IEP-TTD-5
DeeLttrmrk_StrokeVersion-white

Author,

Singer,

Song writer

Dewi Lestari, yang dikenal dengan nama pena Dee Lestari, lahir pada tanggal 20 Januari 1976 di Kota Bandung, Jawa Barat, dari pasangan Yohan Simangunsong dan Tiurlan Siagian. Ia adalah anak keempat dari lima bersaudara. Tiga saudara perempuannya juga aktif di bidang seni. Kakak perempuannya, Key Mangunsong, adalah seorang sutradara dan penulis skenario. Kakak perempuan keduanya, Imelda Rosalin adalah seorang pianis dan penyanyi jazz. Adik perempuannya, Arina Ephipania, adalah seorang penyanyi dan merupakan vokalis band Mocca.

Dee bersekolah di SDN Banjarsari III Bandung, SMPN 2 Bandung, SMAN 2 Bandung, lulus tahun 1998 sebagai Sarjana Ilmu Politik dari FISIP Universitas Parahyangan Bandung jurusan Hubungan Internasional.

Pada tahun 2003, Dee menikah dengan penyanyi Marcell Siahaan dan dikaruniai seorang putra bernama Keenan Avalokita Kirana. Setelah lima tahun menikah, pasangan tersebut akhirnya berpisah. Setelah itu, Dee berkeluarga dengan Reza Gunawan, seorang praktisi kesehatan holistik. Mereka memiliki seorang putri bernama Atisha Prajna Tiara. Kini, Dee tinggal di kawasan Tangerang Selatan bersama Reza dan kedua anaknya, Keenan dan Atisha.

Sejak masih di bangku sekolah dasar, Dee aktif di kegiatan vokal grup, paduan suara, dan band sekolah. Dee tercatat pernah menjadi anggota grup vokal Highlight Voices dan paduan suara Glorify Lord Ensemble di bawah pimpinan Daud Saba. Di Bandung, Dee juga pernah dilatih oleh para pelatih vokal seperti Erry RAF, Yoseph, Deden AZ, dan Elfa Secioria.

Semasa sekolah, tim yang diikuti Dee kerap menjuarai berbagai perlombaan vokal group dan paduan suara. Tahun 1993 di SMAN 2 Bandung, Dee mempelopori pentas seni From 2 With Love yang menjadi cikal bakal tren “pensi” sekolah. From 2 With Love masih bertahan menjadi tradisi SMAN 2 Bandung hingga kini.

Selepas SMA tahun 1993, Dee mengawali karier musiknya sebagai penyanyi latar Iwa K bersama Sita (yang kelak menjadi teman grupnya di Rida Sita Dewi). Selama dua tahun menjadi penyanyi latar, Dee pernah bekerja sama dengan banyak penyanyi dan grup papan atas Indonesia, antara lain Java Jive, Emerald, Padhyangan Project, Project Pop, Harvey Malaiholo, dan Chrisye.

Dua produser yang tergabung dalam Warna Musik, Adi Adrian dan Adjie Soetama, berniat membentuk trio vokal perempuan. Sita yang sudah menyanyi bersama Dee sejak bangku sekolah mengajaknya ikut serta. Sementara Rida direkomendasikan oleh penyanyi Andre Hehanussa. Di Bandung, mereka merekam demo lagu pertama mereka yang diciptakan oleh Andre Hehanussa dan Adjie Soetama berjudul Antara Kita. Album pertama Rida Sita Dewi (RSD), Antara Kita, dirilis pada tahun 1995, menyusul album kedua Bertiga (1997). Album ketiga yakni Satu (1999) dan album terakhir mereka The Best of RSD (2002) dirilis oleh Sony Music Indonesia.

Berbekal pelajaran piano klasik yang pernah dikecapnya waktu kecil selama dua tahun dan electone selama tiga tahun, Dee banyak menulis lagu dengan bantuan piano. Ia mulai menulis lagu sejak kelas 5 SD, tapi baru setelah bergabung dengan Rida Sita Dewi (RSD) Dee mulai dikenal sebagai penulis lagu profesional. Lagu pertamanya yang masuk dapur rekaman adalah Satu Bintang Di Langit Kelam (1995) dan menjadi salah satu hits single Rida Sita Dewi. Lagu tersebut pernah dinyanyikan ulang oleh vokalis Chandra Satria.

Lagu hits Dee berikutnya adalah Firasat, yang dibawakan oleh Marcell di album pertamanya. Firasat dinyanyikan ulang oleh Raisa untuk OST film Rectoverso. Pada tahun 2006, Dee mengeluarkan album pertamanya yang berbahasa Inggris bertajuk Out of Shell dengan single Simply. Tahun 2008, sebagai bagian dari karya hibrida buku dan musiknya, Dee mengeluarkan album Rectoverso dengan single antara lain: Malaikat Juga Tahu, Peluk (duet bersama Aqi Alexa), dan Aku Ada (duet bersama Arina Mocca). Ketika Rectoverso difilmkan, Glenn Fredly menyanyikan ulang Malaikat Juga Tahu.

Dee kembali terlibat dalam dunia musik ketika bukunya Perahu Kertas diadaptasi menjadi film. Dua single OST film tersebut yakni Perahu Kertas dan Tahu Diri, dipopulerkan oleh Maudy Ayunda. Di album yang sama, Dee juga menulis Dua Manusia (Dendy), Langit Amat Indah (Rida Sita Dewi), A New World (Nadya Fatira).

Semasa karier musiknya, Dee juga sering berkolaborasi sebagai penulis lirik, di antaranya dengan Adjie Soetama, Kahitna, Yovie Widianto, dan Noah. Pada 2016, Dee kembali menulis single untuk Raisa berjudul Kali Kedua.

Menulis adalah hobi yang dilakoni Dee sejak kecil. Sejak umur 9 tahun, ia sudah berkhayal satu saat nanti pergi ke toko buku dan menemukan buku yang ditulisnya sendiri. Ia lalu membeli buku tulis dan mengisinya penuh, membayangkan bahwa itulah buku pertamanya. Judul cerita tersebut Rumahku Indah Sekali, kisah tentang seorang gadis cilik bernama Fluegel yang mendamba kuda poni.

Beranjak SMP, Dee mulai mencoba menulis cerpen remaja, mengirimkan ke majalah dan tidak berhasil, begitu juga ketika beberapa kali mengikuti lomba. Dee sempat frustrasi mencoba jalur media karena apa yang ia tulis selalu kepanjangan atau kependekan dari kriteria yang diminta. Akhirnya, hobi menulis ia jalani diam-diam. Hanya menunjukkannya ke orang-orang terdekat.

Dari honor menyanyi, ia membeli laptop pertamanya. Perahu Kertas, Filosofi Kopi, Rico de Coro, adalah beberapa contoh karya yang ia tulis semasa di bangku kuliah dan baru diterbitkan lebih dari sepuluh tahun kemudian. Tahun 1993, Dee tergerak ikut lomba menulis artikel yang diadakan majalah Gadis. Karena tidak percaya diri, ia memakai nama adiknya. Artikel tersebut berhasil menjadi pemenang lomba. Beberapa tahun kemudian, kakak Dee, Key Mangunsong, yang berkawan dengan Hilman Hariwijaya (Lupus), menunjukkan cerpen Rico de Coro. Hilman lalu menembuskannya ke majalah remaja Mode. Rico de Coro mendapat sambutan hangat dari pembaca saat itu.

Akan tetapi, baru pada tahun 2000 Dee menulis sebuah manuskrip yang ia rasa layak menjadi buku pertamanya, yakni Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (KPBJ). Karena tidak yakin naskahnya bisa menembus penerbit, plus ada tenggat waktu yang ingin ia penuhi, Dee lalu menerbitkan bukunya sendiri di bawah label Truedee Books. Buku tersebut tidak pernah ia bayangkan akan terjual laris. Ia cuma ingat cita-cita masa kecilnya untuk memiliki buku sendiri dan bertekad menunaikannya pada ulang tahunnya yang ke-25. Pada bulan Januari 2001, Supernova KPBJ terbit, dan di luar dugaan memecahkan rekor buku terlaris dalam waktu singkat. Tujuh ribu buku habis dalam waktu 14 hari.

Setelah terbitnya Supernova KPBJ, Dee semakin dikenal sebagai penulis. Aktivitasnya sebagai penyanyi terus berkurang, hingga pada tahun 2003 akhirnya Dee keluar dari Rida Sita Dewi. Episode kedua Supernova: Akar menyusul pada tahun 2002, lalu Supernova: Petir (2004). Setelah itu Dee menerbitkan antologi pertamanya, Filosofi Kopi, yang merupakan kumpulan karyanya dari tahun 1995 – 2005. Filosofi Kopi berhasil menjadi Karya Sastra Terbaik 2006 versi majalah Tempo dan menjadi 5 Besar Khatulistiwa Literary Award.

Sesuai cita-citanya untuk menjadi penulis multigenre yang tidak terkurung dalam satu jenis tulisan saja, Dee lalu menulis fiksi populer berjudul Perahu Kertas yang segmennya lebih mengarah ke remaja dewasa. Cerita yang aslinya dibuat pada tahun 1996 itu ia tulis ulang dan diterbitkan perdana sebagai novel digital pertama di Indonesia pada tahun 2008, bekerja sama dengan provider selular XL dan pengada konten Hypermind. Versi cetak Perahu Kertas baru terbit setahun kemudian, yang juga menjadi kerja sama pertamanya dengan Bentang Pustaka. Hingga kini, Perahu Kertas menjadi salah satu karya Dee yang paling laris.

Kerinduan Dee bermusik terpenuhi ketika buku berikutnya, Rectoverso, hadir pada tahun 2009. Sebelas cerpen yang bertandem dengan sebelas lagu menjadi karya hibrida sastra-musik pertama di Indonesia. Rectoverso adalah sebuah buku dengan pengalaman audio (musik), visual (ilustrasi), dan tentunya, sastra. Diproduseri Tommy Utomo dan Ruzie Firuzie, album Rectoverso menggandeng Magenta Orchestra dengan dua arranger utama yakni Andi Rianto dan Ricky Lionardi. Ilustrasi dalam buku Rectoverso digarap oleh Fahmi Ilmansyah, desainer kover buku Dee sejak tahun 2002.

Karya berikut Dee adalah antologi berjudul Madre yang merupakan kompilasi karyanya dari tahun 2007 sampai 2011. Berisikan tiga belas cerpen dan puisi, Madre mendapat Penghargaan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dari Kementrian Pendidikan & Kebudayaan Indonesia.

Setelah delapan tahun ditunggu pembaca, episode Supernova kembali terbit pada tahun 2012 dengan judul Supernova: Partikel. Hari rilisnya yang menghebohkan (salah satunya karena menghadirkan alien di toko-toko buku) menjadikan #Partikel sebagai trending topic dunia. Partikel mendapat ulasan positif dari kritikus sastra. Bahkan Goenawan Mohamad membuat satu Catatan Pinggir dengan judul Zarah, yang merupakan tokoh utama dalam Partikel.

Selain menerbitkan sendiri, Dee pernah bekerja sama dengan beberapa penerbit antara lain Bark, Akoer, Gagas Media, Goodfaith Production, hingga akhirnya kini semua bukunya berada di bawah bendera Bentang Pustaka. Episode kelima Supernova: Gelombang terbit pada bulan Oktober 2014. Pada Anugerah Pembaca Indonesia 2015, Dee dan Gelombang berhasil meraih predikat Penulis Fiksi Favorit Pembaca dan Buku Fiksi Favorit Pembaca.

Serial Supernova akhirnya ditutup dengan episode keenam, Inteligensi Embun Pagi (IEP), yang terbit pada bulan Februari 2016. Melalui program pre-order, IEP terjual 10.000 eksemplar bahkan sebelum tanggal rilisnya di toko buku.

pexels-photo-2608519-2608519.jpg

Sejak menulis Perahu Kertas, Dee selalu membayangkan cerita tersebut diadaptasi ke dalam format visual, entah itu serial televisi atau film. Impiannya terwujud ketika Perahu Kertas dilamar hak adaptasinya. Tiga tahun dari penawaran itu, Perahu Kertas mulai digarap. Bentang Pictures menggandeng Starvision untuk ikut memproduksi. Dee menulis sendiri skenarionya. Belakangan, film Perahu Kertas diputuskan untuk memakai Hanung Bramantyo sebagai sutradaranya, dan akhirnya rumah produksi Hanung, Dapur Film, ikut turun memproduseri.

Dengan berbagai pertimbangan, Perahu Kertas akhirnya dipecah menjadi dua, yakni Perahu Kertas dan Perahu Kertas 2 yang diluncurkan empat bulan setelah film pertamanya rilis. Berbintangkan Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Reza Rahadian, Elyzia Mulachela, Kimberly Ryder, Sharena Gunawan, Dion Wiyoko, dan Tio Pakusadewo, Perahu Kertas berhasil menjadi box office pada tahun 2012. Lagu Perahu Kertas yang diciptakan Dee berhasil menjadi soundtrack favorit di ajang Piala Maya 2012 dan mendapatkan nominasi di kategori yang sama di Indonesian Movie Awards 2013. Penata musik Perahu Kertas, Andhika Triyadi, menjadi pemenang kategori Penata Musik Terpuji di Festival Film Bandung 2013.

Rectoverso menjadi film kedua yang diadaptasi dari buku Dee. Di bawah naungan Keana Production, lima sutradara perempuan membuat film omnibus dari lima cerpen pilihan dari antologi Rectoverso, yaitu: Malaikat Juga Tahu (Marcella Zalianty, naskah: Ve Handojo), Firasat (Rachel Maryam, naskah: Indra Herlambang), Curhat Buat Sahabat (Olga Lydia, naskah: Ilya Sigma), Cecak di Dinding (Cathy Sharon, naskah: Ve Handojo), dan Hanya Isyarat (Happy Salma, naskah: Key Mangunsong & Raditya).

Rectoverso mendapat penghargaan Special Jury Award di Asean International Film Festival tahun 2013. Editor Rectoverso, Cesa. D. Lukmansyah, mendapat Piala Citra sebagai Penyunting Film Terbaik. Di ajang Indonesian Movie Award, Rectoverso menuai Pemeran Pria Terbaik (Lukman Sardi), Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Dewi Irawan), dan Pasangan Terbaik (Lukman Sardi & Dewi Irawan). Rectoverso juga diputar di Cannes Film Festival 2013 dan Frankfurt Book Fair tahun 2014.

Pada tahun 2013, menyusullah Madre, film ketiga yang diadaptasi dari buku Dee. Disutradarai dan ditulis oleh Benni Setiawan serta diproduseri Mizan Production, Madre dibintangi oleh Vino G. Bastian, Laura Basuki, Didi Petet. Toko roti tua “Madre” kembali dihidupkan di sebuah setting di Jalan Braga, Bandung.

Dirilis pada Desember 2014, Soraya Intercine memproduksi Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, yang naskahnya ditulis oleh Donny Dhirgantoro dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Film yang mengambil lokasi shooting di Jakarta, Bali, dan Washington DC ini dibintangi antara lain oleh Herjunot Ali, Raline Shah, Paula Verhoeven, Arifin Putra, Hamish Daud, dan Fedi Nuril.

Pada ajang FFI 2015, film Supernova KPBJ masuk ke dalam 4 nominasi dan berhasil memenangkan kategori Efek Visual Terbaik.

Rilis pada bulan April 2014, Filosofi Kopi menyusul jajaran film layar lebar lainnya yang diadaptasi dari karya Dee Lestari. Angga Dwimas Sasongko menjadi sutradara sekaligus salah satu produser Filosofi Kopi di bawah bendera Visinema. Dengan menggandeng Jenny Jusuf sebagai penulis skenario, film ini dibintangi antara lain oleh Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Julie Estelle, Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer. Di ajang FFI 2015, Filosofi Kopi masuk ke dalam 5 nominasi dan berhasil memenangkan 2 kategori, yakni Skenario Adaptasi Terbaik dan Penyunting Gambar Terbaik.

Bibliografi

  • Dee Lestari: Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh – Truedee Books, 2001
  • Dee Lestari: Supernova: Akar – Truedee Books, 2002
  • Dee Lestari: Supernova: Petir – Truedee Books & Akoer, 2004
  • Dee Lestari: Filosofi Kopi – Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade – Truedee Books & Gagas Media, 2006
  • Dee Lestari: Rectoverso – Goodfaith Production, 2008
  • Dee Lestari: Perahu Kertas – Bentang Pustaka, 2009
  • Dee Lestari: Madre – Bentang Pustaka, 2011
  • Dee Lestari: Supernova: Partikel – Bentang Pustaka, 2012
  • Dee Lestari: Supernova: Gelombang – Bentang Pustaka, 2014
  • Dee Lestari: Supernova: Inteligensi Embun Pagi – Bentang Pustaka, 2016
  • Dee Lestari: Kepingan Supernova – Bentang Pustaka, 2017
  • Dee Lestari: Aroma Karsa – Bookslife, Bentang Pustaka, 2018
  • Dee Lestari: Di Balik Tirai Aroma Karsa –  Bookslife, Bentang Pustaka, 2018
  • Dee Lestari: Rantai Tak Putus – Bentang Pustaka, 2020
  • Dee Lestari: Rapijali 1: Mencari – Storial, Bentang Pustaka, 2021
  • Dee Lestari: Rapijali 2: Menjadi – Storial, Bentang Pustaka, 2021
  • Dee Lestari: Rapijali 3: Kembali – KaryaKarsa, Bentang Pustaka, 2021
  • Dee Lestari: Tanpa Rencana, Bentang Pustaka, 2024
 

Diskografi

  • Rida, Sita, Dewi: Antara Kita – Warna Musik, Indonesia, 1995
  • Rida, Sita, Dewi: Bertiga – Warna Musik, Indonesia, 1997
  • Rida, Sita, Dewi: Satu – Sony Music, Indonesia, 1999
  • Rida, Sita, Dewi: The Best of RSD – Sony Music, Indonesia, 2002
  • Dewi Lestari: Out of Shell – Truedee Music, Indonesia, 2006
  • Dewi Lestari: Rectoverso – Goodfaith Production, 2008
  • OST Perahu Kertas, Trinity Optima, 2012
  • OST Rectoverso, Keana Production, 2012
  • Single: Dongeng Secangkir Kopi (OST Filosofi Kopi), Trinity Optima, 2015
  • Book Soundtrack Rapijali, Trinity Optima, 2021
 

Adaptasi Film

  • Ben & Jody (2022) – Visinema
  • Filosofi Kopi 2 (2017) – Visinema
  • Filosofi Kopi (2015) – Visinema
  • Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (2014) – Soraya Intercine
  • Madre (2013) – Mizan Production
  • Rectoverso (2013) – Keana Production
  • Perahu Kertas (2012) – Bentang Pictures, Starvision, Dapur Film

 

Screenplay

  • Perahu Kertas (2012) – Bentang Pictures, Starvision, Dapur Film

 

Acara/Forum

  • Delegasi pada Connecting Future Youth Forum by British Council, London – UK, 2002
  • Keynote Speaker pada ASILE Conference, Adelaide – Australia, 2003
  • Pembicara pada Ubud Writers Readers Festival 2004, Bali – Indonesia, 2004
  • Pembicara pada Ubud Writers Readers Festival 2005, Bali – Indonesia, 2005
  • Pembicara pada Byron Bay Writers Festival 2006, Byron Bay – Australia, 2006
  • Pembicara pada Asian Vegetarian Congress 2009, Jakarta, 2009
  • Pembicara pada Ubud Writers Readers Festival 2010, Bali – Indonesia, 2010
  • Dewan Kurator Bali Emerging Writers Festival, Bali – Indonesia, 2013
  • Pembicara pada Makasar International Writers Festival, Ujung Pandang – Indonesia, 2013
  • Pembicara pada Singapore Writers Festival 2013, Singapura 2013
  • Pembicara dan Perwakilan Penulis Indonesia pada Frankfurt Book Fair, Frankfurt – Jerman, 2014
  • Pembicara pada Frankfurt Book Fair, Frankfurt, Jerman, 2015
  • Pembicara pada Asean Literary Festival, Jakarta – Indonesia, 2016
  • Pembicara pada Makasar International Writers Festival, Ujung Pandang – Indonesia, 2016
  • Pembicara pada Ubud Writers Readers Festival 2016, Bali – Indonesia, 2016
  • Pembicara pada Ubud Writers Readers Festival 2018, Bali – Indonesia, 2018
  • Pembicara dan Penampil di Monash Herb Faith Centre, Monash University, Melbourne, Australia, 2019
  • Pembicara dan Perwakilan Penulis Indonesia pada Brahmaputra Literary Festival, Guwahati – India, 2019
  • Pembicara dan Perwakilan Penulis Indonesia pada London Book Fair, London – UK, 2019
  • Pembicara dan Penampil di Institute of Asian Cultures, Sophia University, Tokyo, Jepang, 2020
  • Perwakilan Penulis Indonesia pada Launching ASEAN Short Story Anthology oleh Thailand Ministry of Culture, Bangkok, Thailand, 2021
  • Moderator talkshow “Heart-to-Heart Conversation with His Holiness Dalai Lama XIV”, 2021
  • Pembicara pada Ubud Writers Readers Festival 2023
  • Keynote Speaker pada Kongres Bahasa Indonesia XII, Jakarta 2023
  • Dewan Kurator Bali Emerging Writers Festival, Bali – Indonesia, 2024
  • Pembicara & Perwakilan Penulis Indonesia pada Doha International Book Fair, Qatar, 2024
  • Pembicara pada Singaraja Literary Festival 2024
  • Pembicara pada Indonesia International Book Fair x Idea Fest 2024
  • Pembicara pada Ubud Writers Readers Festival 2024
  • Keynote Speaker pada Singapore Writers Readers Festival 2024
  •  

 

Commercials/Brand Ambassador

  • Spokeperson Biotherm France (PT L’Oreal Indonesia), 2003 – 2005
  • Brand Ambassador IM3 Matrix, 2003 – 2004
  • Bintang Iklan Pro Optik, 2003 – 2004
  • Brand Ambassador & Bintang Iklan Nescafe Classic, 2004 – 2005
  • Brand Ambassador Marks & Spencer Indonesia, 2006 – 2007
  • Evangelis SK-II Indonesia, Procter & Gamble, 2006 – 2007
  • Spokeperson & Ambassador Kampanye “Cross-out Cervical Cancer”, GlaxoSmithKline, 2007 – 2008
  • Brand Ambassador L’Oreal Dermagenesis, 2009
  • Brand Ambassador AQUA Danone, 2011
  • Brand Ambassador L’Oreal Dermalift, 2016
  • Bintang Iklan & Penulis Puisi kemasan spesial Pepsodent Senyum, 2018
  • Penulis Cerpen & Puisi kemasan spesial Bango Dari Tanah Tani ke Piring Saji, 2018
  • Penulis lagu “Kejar Mimpimu” untuk CIMB Niaga

Penghargaan Sastra

  • Top 5 Khatulistiwa Literary Award 2001 (Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh)
  • Top 10 Khatulistiwa Literary Award 2003 (Supernova: Akar)
  • Top 5 Khatulistiwa Literary Award 2006 (Filosofi Kopi)
  • Karya Sastra Terbaik 2006 versi Majalah Tempo untuk Filosofi Kopi
  • Writer Of The Year 2008 versi Prestige Magazine
  • Top 10 Khatulistiwa Literary Award 2010 (Perahu Kertas)
  • Penghargaan Sastra Badan Pengembangan & Pembinaan Bahasa 2012 – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk buku Madre
  • Anugerah Pembaca Indonesia 2015: Penulis Favorit dan Buku Favorit (Supernova: Gelombang)
  • Book of The Year 2016, IKAPI Awards (Supernova: Inteligensi Embun Pagi)
  • Anugerah Pembaca Indonesia 2016: Penulis Favorit dan Buku Favorit (Supernova: Inteligensi Embun Pagi)
  • PNFI Awards 2016 (Portal Novel Fantasi Indonesia): Author of The Year, Book(s) of The Year (Serial Supernova), Best Indonesian Fantasy Novel (Supernova: Inteligensi Embun Pagi)
  • The Most Influential Person in Publishing, IDEA FEST 2017
  • Book of The Year 2018, IKAPI Awards (Aroma Karsa)

 

Penghargaan Musik

  • Anugerah Musik Indonesia (AMI Award) 2005, Nominator kategori Lagu Pop Terbaik (Firasat)
  • Anugerah Musik Indonesia (AMI Award) 2009, Nominator kategori Penyanyi Pop Perempuan Terbaik (“Malaikat Juga Tahu”)
  • MTV Indonesia Awards 2009, Nominator kategori Penyanyi Perempuan Favorit
  • Piala Maya 2012, Lagu Tema Terpilih untuk film Perahu Kertas
  • Indonesian Movie Awards 2013, Nominasi Soundtrack Film Favorit untuk Perahu Kertas
  • The Best Pop Song 2016, Indonesian Choice Awards (“Kali Kedua” – Raisa)
  • Nominasi Lagu Pop Terbaik 2016, AMI Awards (“Kali Kedua” – Raisa)

 

Penghargaan Lain

  • A Playful Mind Award 2003 dari Lucky Strike & A+ Magazine, 2003
  • Generasi Biang Award 2004 dari Extra Joss, 2004
  • Ikon Tokoh Pariwisata Jawa Barat 2007
  • Ikon Generasi Emas 2008 – Kementrian Pemuda & Olahraga
  • Fun Fearless Female 2008 dari Cosmopolitan Magazine
  • The Most Outstanding Woman 2009 (Anugerah Pelangi) – Kantor Berita Antara & Kementrian Pemberdayaan Perempuan
  • Peringkat 1 Polling Litbang Media Indonesia 2009 “Penulis Perempuan Yang Paling Diminati Masyarakat”
  • Top 99 Most Influential Women 2008 versi Globe Asia Magazine
  • Top 99 Most Influential Women 2009 versi Globe Asia Magazine
  • Top 99 Most Influential Women 2010 versi Globe Asia Magazine
  • 100 Ikon Jawa Barat versi Pikiran Rakyat 2010
  • Finalis Most Powerful Women 2011 – Herworld Magazine
  • Top 100 dari 250 Most Powerful Women Leaders versi Richtopia
  • The 10 Iconic Women 2016, Senayan City Jakarta

 

Bio