Rectoverso movie edition (jacket)

Rectoverso

Sebelas kisah yang bercermin dengan sebelas lagu dari album Rectoverso merupakan karya Dee yang paling unik. Hibrida musik dan sastra pertama di Indonesia

Buku

Sinopsis

Sebelas kisah yang bercermin dengan sebelas lagu dari album Rectoverso merupakan karya Dee yang paling unik. Hibrida musik dan sastra pertama di Indonesia.

Curhat Buat Sahabat: Dua sahabat, dua cinta, dan keduanya tidak bertemu. Kisah tentang kesetiaan, pertemanan, dan cinta yang tak kesampaian.

Malaikat Juga Tahu: Bunda menghadapi situasi sulit ketika anaknya yang autis, pemuda yang dipanggil Abang, dan anak bungsunya, sama-sama jatuh cinta kepada perempuan yang sama.

Selamat Ulang Tahun: Mengucapkan selamat ulang tahun tepat pada waktunya ternyata tidak semudah yang disangka.   Aku Ada: Bagaimana jika ternyata orang yang kita pikir sudah pergi meninggalkan kita ternyata masih ada? Dan ternyata yang kita butuhkan hanyalah mengetahui cara untuk bisa merasakannya.

Hanya Isyarat: Mencintai sebatas punggung terkadang menjadi pilihan yang lebih masuk akal, terutama jika orang tersebut tidak akan pernah bisa dimiliki.

Peluk: Perpisahan yang paling indah adalah perpisahan yang jujur, meski tetap menyakitkan. Sebuah peluk terkadang menjadi simbol pelepasan.

Grow A Day Older: Upaya untuk sekadar memberikan hadiah ulang tahun terasa begitu sukar ketika cinta melumpuhkan segalanya.

Cecak Di Dinding: Seorang pelukis hanya bisa menuangkan kegundahannya kepada dinding ketika ia jatuh cinta kepada perempuan yang akan menikah dengan sahabatnya sendiri.

Firasat: Sebuah klub bernama Firasat menjadi wadah bagi mereka yang punya kepekaan indra keenam dan kerap memiliki firasat atas apa yang akan terjadi. Konflik terjadi ketika firasat itu adalah diri kita sendiri dan orang yang paling kita cintai.

Tidur: Demi mengejar karier, seorang ibu terpaksa berpisah bertahun-tahun dengan anak-anaknya. Saat tugasnya usai, sang ibu dilumpuhkan rasa bersalahnya hingga akhirnya tidak bisa kembali ke rumah.

Back to Heaven’s Light: Seorang pria meninggal dunia, dua perempuan berduka. Kepergian yang akhirnya membuka rahasia dan pintu pemaafan.

RELEASE DATE

2013

PENYUNTING

Dhewiberta

JUMLAH HALAMAN

184 Halaman

FORMAT

Soft cover

ISBN

978-602-7888-03-6

PENERBIT

Bentang Pustaka
BELI

Musik

Rectoverso music album packageRectoverso music album package

Sebelas lagu dalam album ini memiliki versi cerpen yang termuat dalam buku Rectoverso. Keduanya saling bercermin dan melengkapi. Itulah konsep yang membuat Rectoverso menjadi karya yang unik.

Sebagai karya musik, Rectoverso mencatat sejarah sebagai album pertama yang memakai orkestra asli Indonesia (Magenta Orchestra) dan rekaman secara live (Aquarius Studio). Rectoverso didukung 46 musisi dengan dua arranger utama, yakni Andi Rianto dan Ricky Lionardi.

Sepuluh lagu diciptakan sepenuhnya oleh Dee, dan satu lagu merupakan kolaborasi dengan Erwin Gutawa (Selamat Ulang Tahun). Penata vokal Irvan Nat turut mengaransir vokal di beberapa lagu, termasuk dua lagu duet Dee dengan Arina Mocca (Aku Ada) dan Aqi Alexa (Peluk). Terdapat dua lagu dengan lirik Bahasa Inggris, yakni Grow A Day Older dan Back To Heaven’s Light.

Setidaknya ada tiga hits single dari album ini: Malaikat Juga Tahu, Peluk, dan Aku Ada. Videoklip Malaikat Juga Tahu pernah menjadi salah satu videoklip terlama yang menempati puncak nomor 1 di tangga lagu Dahsyat (RCTI). Lewat Malaikat Juga Tahu, Dee menjadi nominator AMI Award 2009 kategori Penyanyi Pop Perempuan Terbaik dan kategori Penyanyi Perempuan Favorit.

DOWNLOAD LIRIK

epub
BELI

Film

Film omnibus ini merupakan penggabungan 5 cerita hasil karya 5 sutradara. Naskahnya mengadaptasi dari 5 cerita pendek dalam buku Rectoverso.

Fragmen Malaikat Juga Tahu, naskah ditulis oleh Ve Handojo, bercerita tentang perjuangan Bunda (Dewi Irawan) membesarkan anaknya yang autis, Abang (Lukman Sardi). Konflik muncul ketika Abang dan adiknya Hans (Marcell Domits) jatuh cinta kepada perempuan yang sama, yakni Leia (Prisia Nasution).

Fragmen Cecak di Dinding, naskah ditulis oleh Ve Handojo, berkisah tentang hubungan sesaat antara Saras (Sophia Latjuba) dan Taja (Yama Carlos). Meski singkat, hubungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Taja. Namun, hatinya mesti patah dua kali ketika mengetahui Saras akhirnya menikah dengan sahabatnya, Irwan (Tio Pakusadewo).

Fragmen Firasat, naskah ditulis oleh Indra Herlambang, bercerita tentang Senja (Asmirandah) yang tinggal berdua dengan ibunya (Widyawati). Senja kerap mengeluh tentang firasat-firasat dan mimpi buruknya. Untuk mengatasi isu indra keenamnya, Senja bergabung dengan Klub Firasat yang dipimpin oleh Panca (Dwi Sasono). Senja begitu resah karena firasat buruknya kali ini menyangkut Panca yang dicintainya.

Fragmen Curhat Buat Sahabat, naskah ditulis oleh Ilya Sigma dan Priesnanda Dwi Satria, berpusat kepada hubungan platonik antara dua sahabat, Amanda (Acha Septriasa) dan Reggie (Indra Birowo). Amanda, yang gonta-ganti pacar dan berakhir dengan orang yang menyakitinya, tak pernah sadar bahwa Reggie adalah orang yang paling tulus mencintainya.

Fragmen Hanya Isyarat, naskah ditulis oleh Key Mangunsong dan Raditya, berkisah tentang Al (Amanda Soekasah) yang bersua dengan para backpacker,yakni Tano (Fauzi Baadila), Bayu (Rangga Djoned), Dali (Prianggadi Adiyatama), dan Raga (Hamish Daud Wylie). Al jatuh cinta kepada Raga. Satu malam, mereka berlomba bercerita kisah paling sedih. Al akhirnya tahu cintanya memang tidak akan pernah kesampaian.  

RUMAH PRODUKSI

Keana Production

PRODUSER

Marcella Zalianty, Eko Kristianto

SUTRADARA

Marcella Zalianty (Malaikat Juga Tahu), Cathy Sharon (Cecak Di Dinding), Rachel Maryam (Firasat), Olga Lydia (Curhat Buat Sahabat), Happy Salma (Hanya Isyarat)

SINEMATOGRAFI

Yadi Sugandi

PENULIS SKENARIO

Ve Handojo, Indra Herlambang, Ilya Sigma & Priesnanda Dwi Satria, Key Mangunsong & Raditya

EDITOR

Cesa David Lukmansyah, Ryan Purwoko

PENATA MUSIK

Ricky Lionardi

PEMAIN

Lukman Sardi, Dewi Irawan, Prisia Nasution, Marcell Domits, Yama Carlos, Sophia Latjuba, Tio Pakusadewo, Dwi Sasono, Asmirandah, Widyawati, Acha Septriasa, Indra Birowo, Amanda Soekasah, Fauzi Baadila, Hamish Daud Wylie, Rangga Djoned.

REVIEW

Jakarta Post: Rectoverso – The Wonder of Unrequited Love

Original Soundtrack

Terdiri dari empat lagu (lagu kelima, Firasat oleh Raisa tidak ikut dipublikasi di iTunes) yakni Malaikat Juga Tahu (Glenn Fredly), Hanya Isyarat (Drew), Curhat Buat Sahabat (Acha Septriasa), dan Cicak Di Dinding (Dira Sugandi), album mini ini merupakan pelengkap dari film Rectoverso yang dirilis Keana Production pada tahun 2013.

Malaikat Juga Tahu yang diaransemen sendiri oleh Glenn Fredly berhasil menjadi nominasi kategori Soundtrack Favorit di Indonesian Movie Awards 2013. Hanya Isyarat digarap oleh Drew, sementara Tohpati menjadi arranger dan gitaris untuk lagu Curhat Buat Sahabat. Cicak Di Dinding diaransemen oleh Elfa Zulham. Firasat diaransemen oleh Ifa Fachir.

Penata musik film Rectoverso digarap oleh Ricky Lionardi.

DOWNLOAD LIRIK

epub
BELI