FAQ Inteligensi Embun Pagi

IEP-Fisik-2

 

Supernova episode ke-6, Inteligensi Embun Pagi (IEP), disebut sebagai episode penutup untuk serial yang sudah berjalan selama lima belas tahun sejak rilis pertamanya pada tahun 2001. Bagaimana perasaan Dee ketika serial Supernova akhirnya tiba di ujung perjalanan? 

 

Rasanya campur-campur. Senang, puas, haru, sedih, tegang. Berhasil menyelesaikan sebuah novel serial bagi saya adalah pencapaian tersendiri, untuk itu saya merasa senang dan puas. Saya juga terharu dan sedih karena ternyata tidak semudah itu “berpisah” dengan sebuah cerita yang telah bersama saya lima belas tahun lebih. Pada level tertentu, saya merasa sudah punya hubungan batin kuat dengan karakternya, dengan semesta cerita yang saya ciptakan, dan akhirnya saya harus menarik batas usai. Ada juga perasaan tegang dan deg-degan yang lebih dikarenakan oleh rasa penasaran akan reaksi pembaca ketika membaca IEP nanti.

 

Kenapa serial Supernova harus ditamatkan di IEP? Tidak ada kemungkinan berlanjutkah?

 

Sebetulnya saya tidak menutup kemungkinan keberlanjutan cerita. Namun, tidak lagi dalam bingkai Supernova. Serial Supernova memang akan saya sudahi di IEP. Kalau sampai cerita para Peretas berlanjut, entah kapan, bingkainya akan berbeda. Tidak lagi Supernova.

 

IEP-ProsesKreatif

 

Jeda dari episode ke-4 (Partikel) hingga ke IEP, bisa dibilang cukup konsisten jaraknya. Partikel rilis April 2012, Gelombang rilis Oktober 2014, dan IEP rilis Februari 2016. Apakah ada semacam desakan untuk buru-buru menamatkan IEP, baik dari pembaca, penerbit, maupun Dee sendiri?

 

Tidak ada tuntutan dari penerbit. Kalau dari pembaca, ya, pasti selalu saja ada saran, imbauan, opini, dan sebagainya.  Tapi, patokan saya untuk berkarya selalu lebih ke diri sendiri. Saya tidak memburu-buru agar IEP cepat selesai, tapi saya berkomitmen untuk tidak mengerjakan proyek kreatif apa pun di luar Supernova. Jadi, otomatis begitu satu buku kelar, masa promonya juga kelar, saya langsung memulai lagi proses penulisan buku berikut. Kecepatan saya menulis sebetulnya tidak berubah, tidak jadi lebih cepat juga. Yang lebih menentukan adalah fokus dan prioritas. Prioritas saya selama lima tahun terakhir memang menamatkan Supernova.

 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menggarap IEP hingga selesai?

 

Hingga draf pertama, kurang lebih saya menghabiskan sembilan bulan. Ditambah proses menyunting dan menulis ulang beberapa bagian, kurang lebih totalnya satu tahun.

 

IEP-KalenderKerja

 

Judul “Inteligensi Embun Pagi” terdengar unik dan menarik. Ada alasan tertentu mengapa memilih judul itu? Apakah judul tersebut sudah ditentukan sejak lama?

 

Saya mempublikasikan judul Inteligensi Embun Pagi sejak tahun 2002, dari terbitnya Akar. Pada saat itu, alasan utama memilih judul tersebut lebih karena intuisi. Waktu kuliah, saya sempat punya sebuah buku puisi berjudul The Intelligence of the Clouds. Judul itu memikat saya. Saya sendiri percaya bahwa alam ini, sesederhana apa pun manifestasinya, ada inteligensi luar biasa yang menggerakkan kehidupan.  Termasuk pada hal sesederhana embun pagi. Akhirnya terpilihlah judul itu. Inteligensi Embun Pagi. Selain maknanya, saya suka bunyinya. Seiring dengan perkembangan cerita Supernova bertahun-tahun kemudian, plot yang saya bangun akhirnya juga mendukung judul tersebut. Kesimpulan saya,  it’s just meant to to be.

 

IEP-Timbangan

 

Berbeda dengan kover-kover Supernova sebelumnya yang identik dengan warna hitam, kover IEP muncul mengejutkan dengan warna putih. Bisa tahu alasannya?

 

IEP sesungguhnya merupakan intro dari hadirnya seorang tokoh baru. Jadi, pemilihan warna putih untuk kover IEP bukan karena alasan estetis atau desain grafis, melainkan kesesuaian dengan konteks cerita. Lebih spesifik lagi, kover IEP adalah putih mutiara (ada efek semburat pelangi) yang merepresentasikan karakteristik tokoh baru itu.

 

Berbicara tentang tokoh. Banyak pembaca yang sudah merasa terikat dengan karakter-karakter Supernova. Apakah mereka akan muncul lagi di IEP? Ataukah  karakter baru yang bakal menonjol?

 

Sejak episode 2 (Akar) sebetulnya sudah saya indikasikan bahwa semua tokoh akan bertemu dan berkumpul. Titik temunya di Indonesia. Jadi, bisa dipastikan empat tokoh utama; Bodhi, Elektra, Zarah, dan Alfa; akan bertemu. Yang mungkin menjadi kejutan adalah tokoh-tokoh sekunder yang kemudian mencuat menjadi bagian dari jajaran tokoh utama. Akan ada juga tokoh-tokoh pendukung dari berbagai episode yang kembali hadir di IEP.

 

Salah satu ciri Supernova adalah variasi lokasi cerita/setting yang biasanya mengambil tempat di banyak negara. Bagaimana dengan IEP kali ini? Apakah hanya akan terfokus di Indonesia, atau ada setting lain?

 

Saya memang sudah menentukan bahwa puncak cerita akan terjadi di Indonesia. Jadi, di IEP, pembaca akan menemui berbagai setting yang sudah familier, seperti Elektra Pop, rumah Batu Luhur, dan seterusnya. Akan ada beberapa adegan yang mengambil setting di luar Indonesia, tapi tidak banyak.

 

Mengingat begitu banyak pertanyaan dan misteri yang belum terjawab di buku-buku sebelumnya, IEP menjadi buku yang amat dinanti pembaca Supernova. Dari segi jalan cerita, apa yang bisa diantisipasi oleh pembaca dari episode terakhir ini?

 

Bisa dibilang IEP adalah kumpulan jawaban dan kumpulan konflik. Akan terungkap identitas tokoh-tokoh utama yang sesungguhnya, akan dijelaskan konstelasi Peretas-Sarvara-Infiltran dengan mendetail, dan karena ini akan menjadi pertemuan yang komplet, dinamika dan gesekan antara para tokoh itulah yang menjadikan plot IEP sarat drama. Bagi saya pribadi, IEP adalah buku saya yang paling seru.

 

IEP-SceneBoard

 

Apakah Dee sudah punya gambaran cerita IEP sejak dulu dan bagaimana serial Supernova akan diakhiri?

 

Saya punya gambaran kasar, tapi baru setelah mulai menulis Partikel saya memetakan ulang cerita Supernova hingga IEP. Pada saat itu, gambaran tersebut semakin jelas, hanya belum detail. Ketika mulai proses menulis manuskriplah baru saya betul-betul mencoba membuat pemetaan yang detail. Pengalaman saya menunjukkan bahwa cerita itu tidak bisa sepenuhnya “dikendalikan” lewat peta ataupun kerangka. Dalam prosesnya, pasti akan ada unsur spontanitas. Cerita bertumbuh secara organik. Namun, pemetaan tetap perlu agar cerita punya jalur. Itu juga akan berdampak pada sistem kerja kita, dengan adanya perencanaan kita bisa menulis secara efektif.

 

Satu lagi ciri Supernova dan juga Dee adalah perihal riset. Banyak yang penasaran dan mengagumi bagaimana Dee melakukan riset, khususnya untuk serial Supernova selama ini. Bagaimana dengan IEP, adakah riset menarik atau menantang tentang topik unik lainnya?

 

Topik menarik di IEP adalah topik hyperspace, hyperbeings, zero point, serta hubungan medan magnet Bumi dengan kesadaran. Saya tidak menyediakan waktu khusus lagi untuk riset karena topik-topik ini sebetulnya sudah lama menjadi minat saya.

 

Supernovasymbols

Konon, Dee sangat total dan terlibat dalam produksi buku, termasuk ikut menciptakan simbol-simbol di Supernova. Apakah benar?

 

Benar. Mungkin karena saya berangkat dari self-publishing, jadi saya biasa mengurusi segala hal sendirian. Saya juga sensitif perkara desain, saya bisa sangat cerewet soal itu. Untungnya saya punya desainer pegangan, Fahmi Ilmansyah, yang sudah “satu frekuensi” jadi dia mudah dan terbiasa menangkap serta menerjemahkan maksud saya.  Kami kerja bareng sudah hampir empat belas tahun.

 

IEP-TTD-5

 

Dengar-dengar, IEP memecahkan rekor jumlah Dee menandatangani buku. Benar demikian? Boleh tahu berapa buku yang di-TTD?

 

Untuk pre-order IEP ini angkanya memang jauh lebih besar dibandingkan buku-buku sebelumnya. Waktu Gelombang, saya menandatangani 2000-an buku dan itulah rekor pribadi saya saat itu. Di IEP saya menandatangani 10,000 buku, plus 3000 buku lagi untuk edisi box set. Jadi, total 13,000-an buku. Jumlah itu pun hanya untuk diserap di tahap pre-order yang kebanyakan toko buku oline.

 

Bagi pembaca baru yang belum kenal Supernova sebelumnya, mungkin bisa dijelaskan apakah untuk mengikuti serial ini pembaca harus membaca berurutan dari buku satu sampai enam?

 

Supernova 1-5 bisa dinikmati jalan ceritanya tanpa harus dibaca berurutan. Untuk Supernova 6, baiknya memang membaca Supernova 1 sampai 5 lebih dulu untuk bisa mengikuti cerita. Namun, dalam proses penulisan IEP, saya memutuskan untuk tetap memberikan sedikit pengantar bagi setiap karakter. Jadi, yang belum baca Supernova sama sekalipun masih tetap bisa menangkap gambaran umum tentang latar belakang masing-masing karakter.

 

Apakah sudah menyiapkan proyek buku berikutnya setelah Supernova? Bisa dikasih bocoran?

 

Dari perspektif saya sebagai penulis, saya sudah menulis maraton sejak 2011 waktu memulai manuskrip Partikel hingga 2016 di manuskrip IEP. Saya hanya jeda di masa promosi, setelah itu mulai masuk “gua” lagi untuk manuskrip berikutnya. Jadi, sekarang saya ingin istirahat dulu, break minimal setengah tahun dan tidak mengikatkan diri ke proses kreatif intensif apa pun. Sudah ada rancangan buku yang potensial untuk digarap, tapi saya tidak mau langsung mengerjakan.

 

Apa kira-kira kesulitan terbesar, atau adakah kekhawatiran tertentu saat menyelesaikan Supernova IEP?

 

Pada dasarnya menulis fiksi itu tantangannya serupa, apa pun temanya. Yang paling penting dalam menulis fiksi adalah menyusun rangkaian cerita sedemikian rupa hingga grafiknya menarik dan mengikat, lalu menghidupkan karakter sebagai pengusung cerita. Itu selalu menjadi tantangan dalam pembuatan sebuah karya fiksi. Supernova IEP juga sama. Tantangan yang spesifik mungkin lebih soal kehati-hatian mensinkronkan cerita-cerita sebelumnya sehingga tidak ada yang kontradiktif, dan menjaga setiap karakter tetap konsisten dan punya ciri pembeda. Butuh penyesuaian buat saya keluar dari sudut pandang orang pertama (yang terjadi dari buku Akar sampai Gelombang), dan pindah menjadi sudut pandang orang ketiga di IEP. Tapi setelah terbiasa, akhirnya mengalir dengan sendirinya.

 

IEP-Family

 

Bagaimana dukungan keluarga dan lingkungan kepada Dee sepanjang proses penulisan serial Supernova?

 

Merekalah pilar saya yang paling utama. Ketika saya mulai berkomitmen untuk mengerjakan satu karya kreatif, meski saya mengerjakannya sendirian, keluarga saya tetap terkena dampaknya. Bukan sekali dua kali Reza harus rantangan gara-gara saya menulis, saya juga jadi nggak bisa mendampingi anak-anak dengan maksimal. Dengan cara mereka masing-masing mereka berusaha mendukung dan bertoleransi dengan pekerjaan saya. Kehadiran mereka seperti jangkar yang menyeimbangkan, sekaligus penyemangat buat saya berkarya.

 

IEP-Profil-Blog

 

77 Comments

  • sham

    17.09.2017 at 05:11 Balas

    Setelah 9,5 tahun hampir 10 tahun, dari SMP sampe sekarang siklus AMAZED-WAITING-AMAZED…THEN WAITING AGAIN belum bosan saya lakonin, one and only for you books, terimakasih mba Dee.

  • fanny

    20.08.2017 at 12:13 Balas

    your books always make me so hard thinking, trying to figure out what will happen in the next. its mix all my mind to remember what happened before and find the correlation of them. its such a wonderful time when i read your books. it helps me to refresh my mind too with all the characters problems

    i really love your story!

  • Syauqi Clavis

    17.03.2017 at 21:51 Balas

    Mba dee, benarkah lanjutan bukunya terbit tahun in?

    • Dee Lestari

      17.03.2017 at 21:53 Balas

      Lanjutan IEP? Belum. Masih lama.

      • Syauqi Clavis

        19.03.2017 at 21:20 Balas

        Wah padahal udah gasabar banget… kalau gitu ada rencana nerbitin buku ga mba dalam waktu dekat ini?.. btw makasih yah mba udah dibalas

  • Retno Anggraeni

    14.11.2016 at 16:17 Balas

    Baru selesai baca Gelombang dan IEP sekaligus. Mind blowing. Mbak Dee meninggalkan rasa haus yang luar biasa untuk cerita lanjutan. Saatnya baca seri Supernova dari awal lagi.

  • Ningtyas

    11.11.2016 at 12:33 Balas

    Dear Mbak Dee

    Entah dengan kata kata seperti apa yang bisa saya ungkapkan ketika saya sejak SMP sampai setua ini (28 tahun) membaca supernova dan akhirnya berujung di IEP. Saya baru memutuskan membaca IEP 2 bulan lalu, bukan karena malas, tapi karena takut jika saya selesai membaca saya akan merasa kehilangan.
    Dan benar setelah selesai membaca IEP saya bahagia luar biasa tapi sedih juga tak terkira. Sampai saya seperti kecanduan membaca ulang cerita supernova dari awal.
    Saya seperti farewell dengan rentetan buku yang membesarkan saya, mendewasakan saya, membuat saya mencintai membaca.
    Terimakasih atas tulisan dan cerita yang luar biasa.
    Saya akan memanti dengan sabar tulisan mbak dee selanjutnya.

  • Budi Winawan

    08.11.2016 at 09:55 Balas

    Saya nulis komentar ini berbulan bulan setelah artikel ini terbit, tapi saya harap, mbak Dee mau merespon.
    Saya sebenarnya masih agak gemes sama endingnya.
    Saya merasa novel ini belum berakhir.
    Hanya begitukah?
    Mempersatukan dua peretas?
    Tapi misi utamanya ada di Peretas Puncak.
    Nah apa misi Peretas Puncak?
    Saya sampai berpikir mbak Dee ini penulis yg gak bertanggung jawab.
    Kemudian saya membaca lagi Supernova pertama: KPBJ.
    Saya jadi bertanya tanya “inikah yang Dee lakukan? Seperti Dimas dan Reuben? Membiarkan ceritanya berakhir sendiri? Menulis cerita yang memang benar terjadi, “hanya” untuk spreading the awareness?”
    Mudah mudahan saja iya.
    Saya sendiri pun yakin, walau gak persis sama, orang orang dan dasar dari peristiwa yang mbak Dee ceritakan di Supernova memang benar ada dan nyata.

    • Dee Lestari

      08.11.2016 at 13:11 Balas

      Memang belum berakhir. Cermati jawaban saya dari pertanyaan no 2 di artikel FAQ IEP ini.

  • Dahnia Dwi Nita

    04.10.2016 at 10:25 Balas

    Mbak dee kok bisa nulis sebagus itu yak?
    entah kenapa yang paling nyantol di hati, bodhi sama alfa, suka karakternya. Sayang nasibnya alfa.
    Nulis lagi donk mbak yang sequel sequel gitu. oya sama satu lagi dipilemin donk supernovanya pasti seru tapi yang sekeren bukunya ya, abis banyak film yang gak sebagus bukunya…

  • agung bayuaji

    19.09.2016 at 13:09 Balas

    Saya suka IEP, membacanya seolah menjelajah lapis demi lapis dunia melalui “sakit kepala” dan pendaran sinar. Baca IEP jadi ingat film Lucy yang menarasikan, apabila kemampuan otak manusia 100 persen digunakan maka “jazad” sudah tidak perlukan lagi. Tak perlu samsara. Tak perlu drama yang memuat percikan perasaan.

  • arofaa

    24.08.2016 at 16:44 Balas

    dear dewi lestari, mbak dee ak cuma pengen tau nih apa aja referensi buku yang dee baca untuk membuat seri supernova. i hope u reply my comment 🙂

  • Nadira A

    24.07.2016 at 17:59 Balas

    Selama 16 tahun hidup di dunia fana ini, Supernova adalah satu satunya series buku berbahasa Indonesia yang berhasil membuat saya kepincut. Rasa ingin tahu mengantarkan saya hingga IEP. Saya merasa beruntung. Setelah membaca IEP, saya bingung. Ini saya yang lemot nangkepnya atau gimana tapi setelah baca IEP, makin banyak pertanyaan yang muncul. Lama lama saya merasa seperti Augustus Waters yang kebingungan setelah baca The Imperial Affliction karena endingnya terkesan diputus ditengah kalimat. Tolong saya. Btw, dalam waktu dekat saya akan meresensikan IEP untuk tugas bahasa Indonesia saya. Wish me luck:) May god bless your days.

  • Dhita Hayu Cahyani

    16.07.2016 at 21:10 Balas

    Hai Mbakyu Dee saya Dhita 🙂

    1. Finish semua supernovanya alhamdulillah, IEP 2 hari kelar sampe matanya mbendol-mebdol hehe. Ini buku yang bikin saya dan temen diskusi panjang ngeributin tokoh yang nggak ada 😀
    2. Mbak boleh tanya keterangan foto di atas? Yang mbak Dee lagi bobok di atas kalender itu, itu kalender apakah? Atau adakah writing habit Mbak Dee di blog ini? Trimsekamse

  • Teuku umar agung nugraha

    05.07.2016 at 03:34 Balas

    hallo mba dee,
    Jujur aku baru baca bukunya yg IEP,
    Setelah dibaca ternyata nama nama dari karakternya sudah ngajakin bermain pikiran, kaya elektra, clavis, gio, bodhi, liong, sati. Lanjut aku baca aku makin suka bukunya karena kayanya ceritanya ini sebenernya cerita pengalaman spiritual yg banyak dicari orang, yg makin bikin semangat lagi baca bukunya adalah kayanya buku ini nyeritain tentang kehidupan aku, jadi kaya film “stranger than fiction”, dan juga pengalaman spiritualnya lebih ngarah ke new age yaa mba? Dulu aku pernah baca buku “the secret” karya rhonda byrne, yaaa mungkin lebih ke arah sana yaa mba. Tapi yg paling bikin ambigu adalah singkatan Inteligensi Embun Pagi, IEP ternyata juga maksud dari rencana pendidikan khusus. Apa ada korelasinya mba? Mmmm satu lagi mba pas alpha manggil bodhi dengan menyebut tree of life apakah yg dimaksuditu tree of life sephirot? Terimakasih mba untuk waktunya

  • Hanifa

    20.06.2016 at 22:36 Balas

    Kak Dee, pengen bgt punya kaos supernova, gimana ya order nya? Terima kasih.

  • shinta soetardjo

    10.06.2016 at 17:10 Balas

    hai dewi,

    aku sengaja nulis di sini ah… baru semalam selesai baca IEP. kesimpulannya…. were you in a high drugs waktu nulisnya??? 😀 😀
    gila banget sih ceritanya… mantep pake banget wi…. congrats ya….

    • Dee Lestari

      10.06.2016 at 19:24 Balas

      Haha! I wish! Most of the time semi trance, tapi karena tenggelam dalam cerita. Bikin sendiri, tenggelam sendiri, haha!
      Thank you, Shinta!

  • Fifi Novia

    10.06.2016 at 03:16 Balas

    Hi mbak Dee..
    Were you in “trance” while writing all these? Or under any substance? I am Fifi, 25 y.o., still in my own spiritual journey that I see as getting worse and has no end. I wonder how you manage being a mom and a social figure (an ordinary human) while also live spiritually? How could you realize that human life is completely a trap while on the other side still highly motivated to live “normally” ( having family, managing relationships, working, etc.)
    I am deeply sorry if I sounds very rude and too personal. Really don’t know where else to ask, been trying too many methods.
    I keep imagining how you live your life everytime I read your books especially supernova. I guess I’m on the wrong track right now (or has always been this whole time), and perhaps you could be the right role model? Heheh..
    Kalau mbak Dee berminat bantu saya, please please pleeease….., bisa kontak saya via email. I’m ready for any tips, book list, article, resep diet, ANYTHING! (have you ever been pretty desperate in your own spiritual journey, mbak? Is this how it suppose to be??)
    I’m sorry if I’m ruin your day.
    Love all your writings. You’re the best, mbak Dee!

    • Dee Lestari

      11.06.2016 at 08:21 Balas

      Dear Fifi,
      I don’t know about others, but I need to be completely conscious and lucid to be able to write, so writing under the influence of any kind of substance is never an option for me 🙂 Saya cukup sering menjawab pertanyaan senada tentang berbagi porsi peran, dsb. If you have time, please visit my interview archive: http://www.dee-interview.blogspot.com (there are many writing tips and insights too). In short, I think that’s the ultimate challenge and also the ultimate beauty of life, acknowledging the illusion yet embracing our roles in lives. Few people have proved it’s possible. One of the greatest example was Buddha.

      • Fifi Novia

        15.06.2016 at 02:09 Balas

        Thank youu!!! I’ll surely read it.
        Hopefully I’ll be able to embrace life as you do, as Buddha did..
        Semoga semua makhluk berbahagia 😀

  • WindyAndhary.S

    15.05.2016 at 10:40 Balas

    mba dee..saya kan lagi baca nih yg IEP,pas saya lagi baca kenapa ceritanya diulang ulang,ternyata pas saya liat halaman nya halaman 547 pas saya liat saya ngerasa udh ngebaca sebelumnya,otomatis saya balik ke halaman2 sebelumnya utk mastiin eh ternyata bener pas saya liat saya udh ngebaca 2 kali cerita itu,trs saya cek lagi ternyata halamannya ada yg loncat dari halaman 530 ke 547 langsung ,pas saya liat lgi KEPING 87 nya ada dua,trs dri KEPING 84 langsung ke KEPING 86,jadi KEPING 85 nya gak ada ,jadi intinya buku yg saya baca gak ada 17halaman,jadi saya bingung alur ceritanya ,saya mau nanya ini bukunya salah cetak atau gmn?
    maaf mba,saya cuma mastiin aja

    • Dee Lestari

      15.05.2016 at 21:25 Balas

      Hai Windy,
      Untuk buku yang salah cetak kamu bisa kontak Bentang Pustaka, bisa lewat Twitter-nya (@bentangpustaka), dan minta tukar. Biasanya kamu akan diminta untuk mengirimkan bukumu yang salah cetak ke Bentang, dan Bentang akan mengirimkan buku baru. Silakan dicoba, ya. Terima kasih.

      • WindyAndhary.S

        17.05.2016 at 16:53 Balas

        makasih mba dee atas balesannya

  • Ayu

    12.05.2016 at 18:20 Balas

    Kak Dee, saya menghilangkan buku teman saya karena ada suatu insident, buku IEP yg sudh ada tandatangannya Kak Dee. Mohon bantuannya kak, dimana saya bisa dapatkan buku IEP yang ada ttd-nya Kak Dee?
    Saya merasa bersalah sekali telah menghilangkan buku tersebut dan berusaha untuk mengembalikan bukunya.
    Terima kasih sebelumnya ya kak.
    Salam,

    • Dee Lestari

      12.05.2016 at 21:53 Balas

      Hai Ayu,

      Bisa pantengin akun @addeection di Instagram ya. Kayaknya sebentar lagi Addeection akan mengadakan program IEP berTTD dalam jumlah terbatas. Jadi bisa pesan ke sana. Makasih.

      • Ayu

        14.05.2016 at 16:06 Balas

        Terima kasih atas infonya ka. Sukses selalu!

  • dony

    02.05.2016 at 11:26 Balas

    Hai… Maaf keluar dari topik, saya mencari teman saya dia jg penggemar supernova, namanya fithia alma biasa di panggil pipit , bila ada teman2 yang kenal atau tau alamat rumahnya tolong mail saya, trimakasih,

    Maaf bila keluar dr topik

    Terimakasih

  • Kelvin Manalu

    18.04.2016 at 07:53 Balas

    Kak dee, karya supernova ini sangat luar biasa dan memperluas pandangan saya tentang kehidupan. Setiap saya bertemu teman yang sedang mencari bacaan, saya selalu merekomendasikan seri supernova ini. Awalnya saya ragu apakah serial yang menggunakan 5 buku sebagai “prolog” nya ini mampu diselesaikan dalam 1 buku? Namun ternyata itu hanyalah kekhawatiran yg tak perlu. Serial supernova diselesaikan dengan fantastis dalam buku IEP.
    Namun, menurut saya, masih banyak hal yang belum terjawab. Contohnya : apa masalah antara simon dengan kalden? Apa peran dari murai dan bulan setelah mereka dikonversi? Walau sudah banyak berkontribusi, apa peran dari dimas dan reuben sesungguhnya? Dan masih ada mutiara yang masih dalam kandungan, dan hari pembebasan yang belum tercapai..
    Melihat hal-hal itu, apakah salah bila saya mengharapkan dibuat serial lain, yang melanjutkan kisah para peretas, infiltran dan sarvara, namun bukan dalam bingkai supernova? Akankah serial ini dibuat?

    Terima kasih kak Dee

    • Dee Lestari

      15.05.2016 at 21:26 Balas

      Hai Kelvin,
      Betul sekali. Ceritanya memang masih akan berlanjut, tapi tidak lagi serial Supernova, akan ada judul baru. Saya belum bisa bilang judulnya apa. Terima kasih.

    • Dee Lestari

      11.06.2016 at 08:23 Balas

      Yang tidak terjawab memang sengaja dibiarkan begitu karena ceritanya masih akan berlanjut.

      • Kelvin Bernardus Manalu

        05.10.2016 at 22:14 Balas

        Terima kasih banyak atas responnya kak Dee… Kelanjutannya sangat saya nantikan. semangat berkarya!

  • dewi maura

    17.04.2016 at 21:53 Balas

    mbak dee, saya cuma pengen banget bisa menonton film macam rectoverso, semua cerita nya indah banget dan penuh makna.

  • Khalid Djafaar

    10.04.2016 at 15:03 Balas

    Supernova menemani saya dewasa. Terima kasih, Dewi Lestari.

    PS: buat para pembaca yang komen please, mari jangan membudidayakan SPOILER. Kasian yang belum baca. Hehehe

  • Dian Andra

    10.04.2016 at 13:37 Balas

    Hari ini, aku lega, senang sekaligus sedih, cerita IEP sudah kutamatkan kak Dee.
    Ada yang ingin kutanyakan kak, tolong dijawab ya..
    Sebenarnya, apa tujuan besar/ pesan kepada pembaca dari kak Dee dibalik rangkaian buku Supernova?
    Apa saja pertanyaan penting tentang eksistensi kehidupan juga penelusuran jawabannya menurut kak Dee. Apa kesimpulannya?
    Bagaimana sih pengalaman awal kak Dee (pengalaman spriritual pribadi) sebagai pemicu penulisan Supernova yang ingin dibagi kepada kita, para pembaca setia 🙂 Cerita dong kak..

    Terima kasih ya Kak, sudah menemani dengan karya apiknya, sejak aku SMA.
    Selamat dan sukses selalu.

  • Ridwan Swtiawan

    05.04.2016 at 07:25 Balas

    Supernova memang keren banget! Saya tergiur dengan teori-teorinya, sehingga saya pun juga tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam agar memahami jalan cerita lebih dalam, sekaligus untuk riset saya dalam membangun novel sendiri yang terinspirasi pula dari karakter-karakter Supernova. Meski belum beli Supernova yang ke-6, saya akan usahakan. Saya penasaran dengan pencarian ayah Zarah, apalagi tanaman entheogen itu.

  • Rani Juliarini Rahayu

    01.04.2016 at 16:34 Balas

    Inteligensi embun pagi itu salah satu karya indah mba dee yang saya tunggu-tunggu. Pada awalnya saya tau sosok dewi lestari lewat lagu dan cerita rectoverso. Di situ saya sudah jatuh cinta dengan karya-karya mba dee. sampai tiba-tiba saya sedang jalan-jalan iseng ke salah satu toko buku dan melihat satu buku dengan sampul hitam bersimbol ditengah, saya langsung tertarik dan tanpa pikir panjang membelinya. Kesatria putri dan bintang jatuh menyedot saya langsung ke dunia supernova, benar-benar hanyut dalam..kebingungan. saya menjadi penasaran dan ikut terus berpetualang di petir akar partikel gelombang sampai hari ini 1 april 2016 jam 4:27 saya baru saja menyelesaikan petualangan di inteligensi embun pagi. Saya salut dengan karya mba dee dan berharap permata akan lahir dari gio dan zarah. Meskipun bukan dalam konteks supernova lagi, saya tetap menunggu karya indah mba dee lainnya. Ohya, dan semoga mba berminat mengangkat keindahan supernova ke layar lebar lagi. Sekedar curhat, tak lama setelah menonton kesatria putri dan bintang jatuh, saya sempat mengalami fase hidup seperti rana, hanya dengan ending yg berbeda, entah itu takdir aneh yg terasa magis. Terimakasih mba dee. Saya salut. Semoga sukses kedepannya
    -JR

  • Faith saddy

    29.03.2016 at 23:53 Balas

    Nanti Gelombang akan terlahir kembali dengan nama ‘Alif’, seorang keturunan Arab. Zarah dan Gio mempunyai anak bernama Safira. Alif dan Safira bertemu di SMA. Saling benci karena sentimen agama. Yes! 😀

  • Kembali pada Supernova: KPBJ | A R U N A

    28.03.2016 at 22:32 Balas

    […] Supernova lainnya lagi heboh-hebohnya pada nulis review tentang buku terakhir Supernova alias Inteligensi Embun Pagi (IEP) hampir dimana-mana (terutama di twitter dan goodreads), sekarang saya malah pengen banget […]

  • Kembali pada Supernova: KPBJ | A R U N A

    28.03.2016 at 22:32 Balas

    […] Supernova lainnya lagi heboh-hebohnya pada nulis review tentang buku terakhir Supernova alias Inteligensi Embun Pagi (IEP) hampir dimana-mana (terutama di twitter dan goodreads), sekarang saya malah pengen banget […]

  • berehel

    21.03.2016 at 10:31 Balas

    Aku tak sadarkan diri
    Aku dibawa terbang
    Ke alam mereka
    Aku dibawa rebah
    Di rumput hijau
    Dalam imaji… 5 dimensi

    “Slank – Poppies Lane Memory “

  • Frandea Yolangga

    19.03.2016 at 13:22 Balas

    mbak Dee … cerita #IEP nya keren banget!! menarik dan bikin gregetan!! banyak hal-hal yang tak terduga hadir disini!!

    mungkin ada beberapa kesalahan sih dalam pengetikannya, tapi saya sangat senang telah berkelana dari Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang jatuh sampai sekarang. cerita Supernova emang bener-bener menarik dan menantang.

  • [Buku] Inteligensi Embun Pagi (Dewi Lestari): 15 Tahun Menantimu, Love. – Bueno

    13.03.2016 at 11:39 Balas

    […] semacam hasil wawancara mengenai buku Inteligensi Embun Pagi ini di bloh Tante Dee. Bisa klik di sini, barangkali pertanyaan-pertanyaan pembaca bisa […]

  • dwi wahyu mardatila

    13.03.2016 at 10:18 Balas

    halo mbak, saya pengikut supernova dari awal, saya sidah membaca iep. sedih tasanya berpisah dengan para peretas-infiltran-savara dan para pendukung lainnya. terimakasih mba de, telah menghadirkan bacaan untuk saya yg luar biasa belasan tahun sudah saya membaca hibgga umur saya sudah setengah abad. i am blessed be one of reader of supernova, and have a great journey with supernova!

  • mrsmatz

    11.03.2016 at 12:34 Balas

    saya pengikut setia supernova, dari mulai kpbj selalu dapet cetakan pertama.
    kirain bakalan plong abis iep, gataunya malah makin penasaran ama permata *insert icon nangis kejer dimari* *selanjutnya insert icon pukul2 dada kell*
    saya selalu doain maksuri supaya sehat dan bahagia selalu sehingga bisa segera menghadirkan permata cepet2.
    dan karena kita ini seumuran maksuri, saya juga berdoa semoga maksuri dijauhkan dari demensia atau penyakit degeneratif lainnya….

  • Febrian

    10.03.2016 at 19:32 Balas

    Selamat malam mak suri,

    Baca Supernova, mengikuti dari KPBJ, Akar, Petir, Partikel, Gelombang merupakan sebuah tanda tanya besar seiring masa remaja hingga kini, terjawab kemudian di IEP ….

    Setiap buku memiliki kesan tersendiri, merasa di pelintir otak di KPBJ untuk membedakan realitas dan khayal dan mulai berpikir bahwa hidup itu seperti jaring laba laba yang terikat kuat dan bertalian.

    Kemudian muncul akar dimana konsep spritualitas dan kejenakaan berpadu dalam balutan seorang bodhi sang bocah petualang yang padanya kita belajar menerima kegetiran dan tempaan penderitaan sesungguhnya membawa kita semakin menjadi manusia kuat.

    Pada petir segala image supernova yang hightech , serius dan intelek hancur berantakan gara gara ulah elektra namun elektra bukan tidak meninggalkan pesan yang sesungguh nya dalam diri manusia menyimpan potensi tetapi pilihan ada pada kita apakah malas membuai atau belajar berusaha yang nantinya menjadi manusia bermanfaat dan memanfaatkan potensi.

    Tibslah masa partikel yang penuh drama oleh zarah … drama pada zarah membawa kita pada satu titik dimana manusia memang lupa betul betul lupa asal muasal… Pada zarah kita berterima kasih untik sentilan nya pada kita manusia yang senang melukai ibu kita, bumi kita.

    Gelombang melalui alfa seperti membawa kesadaran kembali pada sejatinya memahami bahwa kita tidak bisa terus menerus menentang ketakutan … Ada kalanya ketakutan merupakan kekuatan dan menerima serta mengolah apa yang menjadi kelemahan menjadi kekuatan kita untuk bangkit.

    Pada akhir nya semua tanda tanya terjawab, keping keping yang terburai kemudian menyatu menjadi jawaban jawaban yang kemudian meninggalkan kembali tanda tanya baru, Intelegensi Embun Pagi bagi saya merupakan rangkuman jawaban yang selama ini menjadi pertanyaan. Tetapi IEP adalah letupan letupan kejutan yang kadang manis tapi tetap menyisakan semacam ketidakrelaan untuk berpisah … Dan kemudian menimbulkan tanda tanya baru lagi, semua belum berakhir rupanya. IEP masih menyisakan ruang kosong yang semua berharap akan kembali di isi oleh kesegaran baru.

    Terima Kasih kepada dewi lestari, yang berhasil membangun sebuah novel hebat. Menjadi rahim bagi lahirnya konsep konsep indah tentang hidup, memaknai spritualitas dengan begitu dalam lewat karakter karakter hebat. 15 tahun telah berlalu … Supernova masa nya berakhir tetapi harapan untuk kelanjutan ini sangat diharapkan, dengan nafas baru. Sekali lagi terima kasih ya …

  • Siti Sakinah

    10.03.2016 at 13:08 Balas

    Akhirnya… Ketemu juga sama blog resminya Kak Dee 🙂
    Aku baru tau kalo Kak Dee ini pencipta lagu “Malaikat Juga Tahu” semenjak nonton Hitam Putih beberapa hari lalu. Kak, aku punya beberapa pertanyaan. Mohon dijawab ya kak.
    1. Kak Dee kok bisa jadi penulis hebat sih? Termotivasi dari siapa?
    2. Awal munculnya ide – ide cerita sehingga bisa jadi sebuah buku darimana?
    3. Apa yang biasanya Kak Dee lakuin kalo lagi males nulis? Pastikan kan ada waktu dimana Kak Dee lagi gak ada inspirasi atau gak mood. Cara mengatasinya gimana?

  • Pretty Sipayung

    10.03.2016 at 11:45 Balas

    Ibu Suri.
    Terima kasih buat serial Supernova-nya yang sangat, sangat, sangat keren.
    Menyesal tidak ikutan PO. T.T
    Semoga segera ada M&G. Mau minta tanda tangannya Ibu Suri. 😀 😀
    Tapi kenapa si Ichon harus mati. :'(. Kasihan dong nantulang itu harus menangisi kepergian anaknya yang gak sempat dilihat untuk terakhir kalinya. Padahal udah senang kali kian bakal lihat calon mantu dia :'( (walau sebenernya hanya bohong si Ichon)
    Dan terlebih, kira-kira kisah permata dilanjut kapan ya?
    Semoga tidak selama menunggu kisah Partikel. 🙂 🙂

  • heartscapist

    10.03.2016 at 00:28 Balas

    Thanks mbak Dee.
    This series has been so special for me. KPBJ relates to me in such a depth i cannot convey with words. I have read it like for a hundred times and i will read it again and again. I will always love Diva, ever.
    Akar Petir Partikel and Gelombang intrigue my interest in their respective aspects of knowledge, and sure give me more question for me to answer than any other writers’ works. And if knowledge is the gate, the proliferation by your books are keys to open them.
    Bodhi Etra Zahra and Alfa remind me of how special any human can be.
    IEP is the hypernova.
    It might be the closest to science-fiction than the other five, but it gives me goosebumps every now and then, here and there, and that’s why i read, to get those shivers. Shivers that come from questions about the universe, all the what ifs, all the possibilities. As if i can see, feel, and let that invicible string or hand or whatever it is to remind me of why i am here. To get a glimpse of the clarity.
    Thanks again, for the bliss that is this series.

    I tried to meet you in person but i just cant make it yet. Tried to meet you at ubud last year but i missed it. Wish u all the best. And for the family too.

    The right in this wrong will sate my conscience.
    The blind from your light is the pain i craved.
    Let me be, with you and all that it entails.
    Let me plan, but let us just enjoy the ride.
    To nowhere.
    For who can mend what is too good to be broken?
    And who can teach if its not even a thing?
    Let me be. Let’s just be.
    Now here.

  • anggita

    08.03.2016 at 11:36 Balas

    Aku cuma mo bilang makasihhhh buat Mpreeeett hahaha… ku pikir dia hanya butiran debu, tapi akhirnya dikasih porsi penting….
    Selamat ya Tante Dewi, buat Final Supernovanya, akan selalu ku tunggu karya karya yang lain yang membuka mata dan pikiran akan hal hal di semesta ini…

  • Reza Andrian

    07.03.2016 at 20:17 Balas

    Hai mbak Dee, saya berterima kasih sekali pada mbak Dee, karena karya mbak sangat menginspirasi sekali. Sekali lagi terima kasih ya mbak 🙂

  • henyk

    07.03.2016 at 12:08 Balas

    hai mba dee,,
    ini mungkin agak lebay atau gmn ya? atau memang dibuat akan menjadi ini.
    jadi cerita ny begini.
    Sy lg sedang membaca yg IEP, sy lupa udah keping brp nya. tadi malam sy tidur, sy mimpi sy berada di yg disebut ASKO. disitu ada alfa GIO n Bodhi.
    apakah maksud menulis ini, agar pembaca dpt berimajinasi terlalu tinggi atau bagaimana ya? sy masih bingung koq bisa saya mimpi di ASKO… hihihi

    terimakasih mba dee

  • Gilang Satria Perdana

    06.03.2016 at 22:15 Balas

    Dear, Mbak Dee

    Saya lega akhirnya bisa menemukan muara dari liuk lika-liku laku langkah para manusia “ajaib” yang ternyata memang mereka diciptakan ajaib dengan maksud khusus. Waahhh legaaa rasanya. Terimakasih telah menyelesaikan Supernova dengan episode Intelegensi Embun Pagi, terima kasiih! 😀 Saya pernah dengar bahwa hadiah terindah untuk seorang penulis adalah ketika ia berhasil menyelesaikan tulisannya, paripurna dan terasa sempurna. Ternyata hadiah itu tak hanya dirasakan untuk Mbak Dee pribadi tetapi saya merasakan kelegaan yang sangat kuat dalam karya ini.

    Semoga berhasil untuk karya-karya selanjutnya. Selamat menikmati jeda, dan semoga “awal yang baru”–apapun itu–akan terbuka jalannya melalui jalan spiritualitas Mbak Dee yang terus meningkat. Sekali lagi, terima kasih 😀

  • Melati Tegugur

    06.03.2016 at 21:34 Balas

    terimakasih buat teman SMA saya, yang sudah rela Supernova Seriesnya saya culik dari KPBJ hingga Gelombang. kau beruntung IEP terbit disaat kita udah gak satu SMA lagi, jadi saya pun mau gak mau harus mengadopsi. tenang, setelah ini saya bakal beli KPBJ, Akar, Petir, Partikel, dan Gelombang sekaligus!!!
    buat Ibu Suri, terimakasih sudah menciptakan karya yang begitu luar biasa, yang memberi efek seperti Supernova dalam hidup saya. memberi pengertian kepada saya atas eksistensi kehidupan yang sesungguhnya. awalnya saya sedih Supernova berakhir. tetapi ketika saya mengerti apa yang Ibu Suri sampaikan, saya sangat mendukung Supernova berhenti di IEP, karena memang sampai disanalah konteksnya berada. entah mengapa, saya yakin para Peretas akan memiliki cerita baru di masa depan, dengan series baru mungkin. haha…
    kelak, saya ingin anak cucu saya membaca karya yang luar biasa seperti SUPERNOVA. ah itu artinya saya memang harus beli lengkap ya. Ibu Suri, terimakasih 🙂

  • Jenifer Angel

    04.03.2016 at 21:49 Balas

    Dear MakSur,
    Supernova adalah sebuah karya brillian dan menginspirasi. Saya berterima kasih untuk kesempatan menjadi salah satu penikmat kisah,pemikiran dan bahasa yang luar biasa ini.
    dan untuk IEP sendiri saya sudah khatam membacanya.IEP merupakan jawaban kisah sebelumnya dan tentunya menjadi pertanyaan baru untuk kisah berikutnya. Saya sangat berharap MakSur bisa melanjutkan kisah tentang Peretas Puncak si Permata atau mungkin bisa menguraikan 62 gugus yang lain. ahh.. semoga saja kami tidak perlu menunggu 1 dekade untuk menikmatinya,hehe.

    Salam #TeamAlfa

  • Geni Maharani

    04.03.2016 at 21:40 Balas

    Terima kasih Mbak Dee.

    Supernova series, especially Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, play a huge role in my life (and how I perceive it).
    I’m forever grateful for your endless curiosity and bravery to always ask more.

    🙂

  • Ghina Syifa Nurmaulida

    04.03.2016 at 15:56 Balas

    Akhirnya selesai!
    Senang campur sedih–seperti biasa. dan gak tau kenapa tiap selesai baca serial Supernova selalu saja dihinggapi perasaan–berbagai rasa. Kelar baca Supernova; IEP 1 Maret kemarin, tapi penasarannya masih ada, sampai sekarang. Terus ngerasa hampa banget gara-gara Alfa mati. -_-
    Jadi kapan Permata lahir? Kalau gak salah hitung tahun 2020, ya? Hamilnya 4 bulan dong /?

    Oh ya, Maksur saya gabung Team Chen-Doll deh kayaknya. Soalnya Mpet udah punya Elektra. Terus Alfa juga mati.

  • Muhammad Arief

    04.03.2016 at 13:55 Balas

    Buku nya semakin ditunggu, di support oleh Bentang Pustaka, semoga Talkshow nya berjalan lancar semua ya. amiin

  • Yovie Andhini

    03.03.2016 at 13:18 Balas

    Dear Mba Dewi..
    Rasanya saya terlalu kehilangan Alfa.
    Tolong beri secercah harapan kalau kisah tentang Permata tidak perlu ditunggu sampai 17 tahun lamanya 🙂

  • laser

    02.03.2016 at 14:28 Balas

    Beberapa puluh tahun lagi, mungkin buku-buku ini akan jadi literatur yang dibahas di pelajaran bahasa indonesia. SUPERNOVA KEREN

  • henyk

    02.03.2016 at 13:01 Balas

    kalo beli buku yg ada ttd ny mba dee kmn yak? atau ada cara lain?

  • laila

    02.03.2016 at 10:09 Balas

    kok alfa mati mba Dee…???
    sediiih…

  • EN

    01.03.2016 at 21:41 Balas

    salah satu buku yang membuat saya ingin baca lagi dan lagi. membacanya membuat saya ingin jadi siapa siapa sekaligus. bagus banget! supernova lebih dari sekedar sebuah buku.

  • Reni Susanti

    01.03.2016 at 16:28 Balas

    Si bungsu udah lahir, koq saya sedih ya. Nunggu cucunya dong Mba Dee?

  • Arkannisa

    01.03.2016 at 09:52 Balas

    Terima kasih, Mbak Dee, atas berbagai macam rasa yang mengisi setiap baris puisi dan cerita di serial Supernova, juga di bukumu yang lain. Seperti belajar mencecap rasa, cerita yang dituliskan memberi petunjuk, bahwa jawaban akan hadir setelah mengalami. 🙂

  • Demas

    01.03.2016 at 08:09 Balas

    Edisi travelpack kpn terbit?

    • Dee Lestari

      01.03.2016 at 17:16 Balas

      Kapannya belum bisa dipastikan, karena merupakan keputusan penerbit. Saya sendiri tidak tahu pastinya kapan.

  • Mukhsin Pro

    28.02.2016 at 15:13 Balas

    Sumpah, keren! SUPERNOVA akan jadi legenda buat para penulis di masa depan.

  • Sonkaji

    27.02.2016 at 20:49 Balas

    Kira-kira smape di jatim kapan ya? 😀

  • Sonkaji

    27.02.2016 at 20:47 Balas

    Bukunya kapan dipublish Mbak Dee? Jadi gak sabaran 😀

Post a Comment